Sabtu, 20 Oktober 2012

INTEGRITAS

Mungkin "INTEGRITAS" <---- (harus banget ditebelin, miring, garis bawah) sudah menjadi kata yang tidak asing lagi di kehidupan perkuliahan di STAN, tapi saya baru mengerti apa yang dimaksud dengan integritas itu sendiri beberapa waktu lalu setelah mengikuti perkuliahan etika profesi.

Dari saya yang hanya tau kalau integritas adalah sesuatu yang harus ditanamkan bagi setiap calon penerus bangsa, sekarang menjadi salah satu kata favorit saya yang mungkin kalo dibikin chart kata terfavorit ada di urutan top 3, hahaha kidding.

Langsung aja, definisi dari integritas yang saya tangkap adalah....... teng teng teng.. teng teng.......

INTEGRITAS = SATUNYA (PIKIRAN + UCAPAN + PERBUATAN)

Integritas adalah satunya pikiran, ucapan, dan perbuatan. Dari definisi tersebut, sudah dapat dipastikan kalau Integritas bukanlah kata sembarangan, yang bisa diucapkan seenaknya. Integritas harus dilakukan, ditanamkan, diamalkan, ditumbuhkan, dan dilekatkan pada diri kita. Bayangkan jika setiap orang di dunia ini memiliki integritas yang tinggi? Sungguh akan terasa damai dunia ini tanpa adanya kemunafikan. skn~

NB: sampe sekarang saya masih ngefans ama definisi integritas, semoga bisa saya tanamkan pada diri saya dan setiap orang.

Senin, 17 September 2012

Jokowi, melayani masyarakat dengan prima

Jokowi, mendengar namanya terlintas dipikiran saya,"beliaulah pemimpin, beliaulah pemimpin yang melayani masyarakat". Pendapat saya itu tidak lepas dari bukti pencapaian yang telah dibuat oleh Pak Joko Widodo sebagai seorang walikota yang sangat disegani di Solo maupun dunia.

Dalam kepemimpinannya, beliau selalu menekankan bahwa seorang pemimpin bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani masyarakat. Melayani masyarakat adalah salah satu prinsip beliau dalam memimpin masyarakat. Hal ini dibuktikan pada saat beliau memerintah sebagai walikota Solo. Beliau menerapkan pembuatan KTP yang mudah dan cepat, sebagai bentuk pelayanan primanya kepada masyarakat. Dimulai dari program "KTP 1 jam" yang kemudian ditingkatkan lagi dengan dibuatnya program "KTP 5 menit". Menurutnya, program pembuatan KTP super cepat ini, selain sebagai pelayanan prima kepada masyarakat, dapat mengurangi praktek pungutan liar yang sering merugikan masyarakat. Jokowi juga membuat gebrakan dalam pelayanan pemerintah bidang kesehatan. Beliau membuat kartu kesehatan agar masyarakat yang kurang atau tidak mampu bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dengan maksimal dan tidak terkecuali.

Jokowi adalah sosok pemimpin yang selalu turun ke bawah, tidak ada keseganan dalam dirinya untuk turun kelapangan hanya untuk mendengar suara rakyat. Karena gaya kepemimpinannya itu, Jokowi dapat menyelesaikan segala proyek pembangunannya untuk mensejahterakan rakyat. Sebagai hasilnya, Jokowi telah sukses merelokasi pedagang barang bekas di Taman Banjarsari, Solo, tanpa adanya konflik dan sukses dalam merevitalisasi lahan hijau terbuka. Jokowi pun tidak segan-segan menolak tawaran investor untuk membuat tempat perbelanjaan terbesar di Solo untuk melindungi rakyat kecil.

Dari sosok Joko Widodo, kita dan khususnya para pemimpin di negeri ini, patut mencontoh prinsip kepemimpinan yang dipegang olehnya. Sudah seharusnya seorang pemimpin melayani masyarakat dengan maksimal, bukan sebaliknya. Amanat harus dipegang teguh, tidak untuk disalah gunakan untuk kepentingan pribadi. Jadilah pemimpin yang selalu melayani masyarakat, selalu melihat ke bawah, berintegritas tinggi, dan rela berkorban untuk masyarakat.

"Terima Kasih" cukup sederhana

"terima kasih" sebuah kata yang amat sederhana namun sangat bermakna. setiap kita menerima sesuatu pasti ada bagian yang harus kita berikan kepada orang lain. oleh karenanya, mengucapkan terima kasih adalah bentuk yang paling sederhana dari rasa syukur kita untuk diberikan kepada orang lain atas kebahagiaan yang telah mereka berikan.

tapi sadarkah Anda, belakangan ini, di zaman yang makin "semrawut", kata "terima kasih" sudah mulai memudar di kehidupan kita, khususnya di kota-kota besar yang penduduknya semakin individualis seperti halnya Jakarta. banyak orang yang terasa enggan untuk hanya sekedar mengucapkan terima kasih atas apa yang mereka dapat. ya, mungkin sifat manusia di zaman sekarang ini semakin egois, hanya mau menerima, tak mau memberi.

suatu malam ketika saya dan ayah saya melewati salah satu gardu tol, hati saya tiba-tiba terketuk karena petugas gardu itu memberikan tanda bayar dan uang kembalian tol tersebut disertai dengan ucapan terima kasih dengan senyumnya. ucapan terima kasih tersebut sangat berharga bagi saya, dan membuat saya bangga akan sosok petugas gardu tol itu yang mungkin sudah lelah bekerja di malam hari tetapi masih bisa memberikan kebahagiaan kepada orang lain dengan ucapan terima kasih.

kejadian seperti ini sudah sangat jarang terjadi, mungkin hampir setiap petugas gardu tol bertugas dengan raup muka yang tak acuh dan kecil kemungkinan dari mereka mengucapkan terima kasih. maka dari itu biasakanlah diri kita untuk mengucapkan terima kasih sebagai penghargaan sederhana yang sangat  bermakna bagi orang lain.

berbagi kebahagiaan itu sederhana, dengan mengucapkan 2 kata itu "terima" dan "kasih" atas apa yang telah kita dapat.

Selasa, 11 September 2012

Hello blogger

hahaha, ga penting sih, cuma coba coba aja..... maklum baru pertama kali bikin blog dan belum tau apa yang harus ditulis. Jadi, yaaa say: "HELLO" sebagai pembuka post pertama :D